h1

Perbedaan J-Rock dengan J-Pop

April 2, 2009

Sejarah J-pop alias Japanese Popular Music di mulai pascaperang dunia II ketika penyanyi wanita bernama Hibari Misowa tampil menapaki dunia musik pop Jepang.Pada awalnya J-pop merupakan imitasi dari musik pop Barat. Karena karakternya yang uniklah, J-pop sudah bisa dianggap sebagai musik yang berbeda dengan jenis musik pop atau rock lainya. J-pop sendiri bisa dibedakan dalam beberapa kategori seperti techno, R&B, rap, dan dance.

APA sih beda J-pop dan J-rock dengan jenis musik pop dan rock lain? selain bahasa yang digunakannya? Bedanya mungkin tak kentara kalau didengar sekilas. Baru setelah didengar lebih serius, bedanya akan terasa.

J-pop belum dikenal di dunia internasional sampai Namie Amuro mencapai puncak popularitasnya dengan meraih berbagai penghargaan berkelas di Jepang, setaraf Emmy-nya Amerika. Bersamaan dengan itu, J-pop mulai menunjukkan pengaruh yang besar terhadap musik dan budaya di Jepang dan dunia internasional. Kebanyakan dari artis pop pada zaman itu memiliki gaya yang sama, yaitu Euracian Dance Style.

Format band/group memang tidak sepopuler artis-artis solonya dalam dunia musik J-pop. Tapi kehadiran Smap dan Shonen Knife yang berformat group turut mendorong perkembangan J-pop, setidaknya itu yang dikatakan Steve McClure dalam bukunya “Nippon Pop” yang terbit tahun 1998.

Tapi, mulai 1996 sampai 1998, gaya dance dan irama beat mulai ditinggalkan. Sebagai gantinya, gaya musik pop mulai mendominasi dunia musik Jepang dengan pelopornya seperti Da Pump, Kinki Kids, Every Little Thing, Max dan Speed. Gaya pop baru ini mengurangi penggunaan irama techno, dance, dan beat. Lalu tahun 1998 Kiroro memulai debutnya dengan gaya pop baru yang lebih segar dan berbeda, yaitu dengan gaya musik ballad yang didominasi permainan piano sebagai instrumen utama.

Masih ingat Utada Hikaru? Utada memulai debutnya pada tahun 1999 dengan gaya hip-hop yang sangat mirip atau bahkan bisa dibilang sama dengan gaya hip-hop Amerika. Tak heran, Utada memang lahir dan dibesarkan di Amerika sana. Pada tahun yang sama group musik beraliran Hip-Hop, Dragon Ash muncul. Musik mereka tak tertandingi, meskipun sangat serupa dengan rap gaya Amerika.

Sisi rock dari J-pop pun mengalami berbagai perubahan beberapa tahun belakangan ini, meskipun perubahannya tidak signifikan. Pada pertengahan 90-an rock band seperti Mr. Childern dan B’z sangat populer. Namun musik yang mereka bawakan tidak sekeras musik yang dibawakan band J-rock yang saat ini sangat d**enal, seperti Glay, Larc En Ciel, dan Hide. Musik Hide sangat tidak biasa. Dengan bahasa dan tema yang tegas, ia memiliki gaya yang benar-benar berbeda.

Meskipun kariernya tidak panjang karena kasus bunuh diri yang dilakukannya, namanya masih sangat populer di kalangan rockers Jepang dan masih menjadi sumber inspirasi. Sedangkan Glay memiliki gaya yang hampir sama dengan Mr. Childern. Namun beberapa tahun belakangan ini mereka mengubah penampilannya dengan membawakan jenis rock yang lebih keras. Begitu juga dengan Larc En Ciel, band J-rock yang cukup dikenal di Indonesia.

Saat ini, artis J-pop dan J-rock yang mengeluarkan album di Indonesia masih bisa dihitung jari. Utada Hikaru mungkin adalah artis pertama yang mengeluarkan albumnya di Indonesia. Baru disusul dengan The Gospeller, Larc En Ciel, Ayumi Hamasaki, Misia, Hitomi, Ken Hirai. Sisanya merupakan artis-artis J-pop yang CD albumnya diimpor dan beredar di toko kaset tertentu dalam jumlah yang sangat sedikit.

Banyak juga artis J-pop yang sudah dikenal di Indonesia tapi belum pernah mengeluarkan albumnya di sini. Seperti Do As Infinity, The Briliant Green, Gackt, personel Larc En Ciel yang bersolo seperti Tetsu 69, Chemistry, dan masih banyak lagi.

Musik di Jepang telah mengalami berbagai tahap evolusi. J-pop mengalami lebih banyak perubahan dalam 6 tahun belakangan ini dibandingkan dengan seluruh sejarah terciptanya J-pop. Rahasia dari kesuksesan J-pop adalah dengan terus mengikuti arus trend musik di dunia. (Penulis – Intan ; sumber artikel – duniamusik)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: