h1

Cara DIiterima Major Label?

Maret 28, 2009

Seniman BUTUH PENGAKUAN, layaknya seorang pelukis sejago apapun apabila belum Pameran Tunggal rasanya belum punya pengakuan tersebut. Musisi/penyanyi untuk menggapai sebuah pengakuan itu mesti berkarya, karya yang dituangkan dengan hasil rekaman yang dilempar ke masyarakat. Jangan terlalu termanggu melihat jurang pemisah yang kata Rendi antara amatir & profesional karena hal itu hanya akan menciutkan motivasi untuk berkarya…. tapi dalam hati yang paling dalam nyatakan gue mesti profesional ! Ratusan mungkin ribuan cerita bagaimana susahnya menembus major label dan tak usah dibicarakan lagi disini, tapi ada pula yang sepertinya mudah…. mudah bukan berarti tanpa sebuah proses, baik panjang ataupun singkat sebuah proses pencapaian meski melelahkan tapi harus dilalui. Pernahkah terfikir oleh Rendi membuat Indie Label ? Banyak Band yang memulainya dari sana. Pernahkah Rendi tiba-tiba ingin membuat karya yang “standar” dan “marketable” dalam artian pasaran disini bukan berarti materinya asal-asalan tapi sesuaikanlah dengan market. Bikin “Racun” ataupun “virus” bisa berupa lirik ataupun beat agar masyarakat cepat tanggap dan natinya akan menjadi kaset pembagian RT (ampir tiap rumah ada) : Tak bisakah kumenunggu…….. Walau badai menghadang… cet cot cot ceeet…. Kang Dadang anu kasep….. Kamu ketauan…… dsb dsb dsb, semua orang cuma nyanyiin bagian itu tanpa “tau” gimana songnya. Ada cerita : Sebuah Band dari kota Banjarsari datang ke studio saya kira-kira 3-4 tahun yang lalu bernama MERPATI BAND mereka merekam lagu diantaranya TAK SELAMANYA SELINGKUH ITU INDAH. Main bandnya terus terang masih kacau suracau lah… tapi feeling saya nih lagu ada “racunnya”. Ternyata benar… lagu diputar di Radio2 FM banyak yang request, VCD bajakannya dengan klip potongan sinetron muncul dan laku keras. Saya terkesima bayangin saja musiknya ancur apalagi direkam LIVE jreng rekam jadi…. tapi itulah kenyataan, perjuangan mereka Demo Musiknya disebar ke Major Label. Lagu itu sempat saya sertakan dalam Kompilasi 14 Band Indie, maaf mereka tinggal nyanyi alias musiknya dibikinin… ternyata vokalis awal sudah diganti. Medio 2008 MERPATI BAND datang ke Studio saya memberitahukan bahwa mereka diambil pak Rahayu bossnya NAGASWARA setelah demo musiknya 2 tahun, mereka minta restu karena lagu tersebut ada di kaset kompilasi produk saya… untuk hal yang positip saya Oke saja. Kembali saya terkesima…. benarkah ??? tapi itulah yg terjadi MERPATI BAND muncul bertubi-tubi di televisi sebuah promosi yang amat berani dari NAGASWARA, saya rada meraba-raba pasti Nagaswara “tidak terlalu” memperhitungkan kembalian dari jual fisik berupa kaset n CD tapi ada peluang lain…. Maklum Major Label pasti hebat konsepnya. Rendi, sekarang Indonesia Alhamdulillah sudah mulai menganut THE SONG NOT THE SINGER kaya di Amrik sana… entah itu karena memang sudah saatnya atau mungkin karena di Indonesia sudah mulai marak PENJUALAN SYSTEM DIGITAL spt RBT, music download, wallpaper dsb. Catat ya… yang dapet ROYALTY adalah PENCIPTA LAGU, komposer boleh mulai berharap menggapai asa. Tanya saja Irfan Samson dpt berapa dari Kenangan Terindah-nya…. tus.. tus… tus jut bahkan em.. em..em ! Jadi mengapa tidak memulainya, ga usah 1 album (10 lagu) cuma 2 – 3 lagu boleh daftar. Siapa tau dari jalan sini Major Label melirik (kalau itu tetap tujuan Rendi). PERTANYAAN saya ialah “Seberapa besarkah (persen%) Karakter seorang penyanyi dalam sebuah band AMBIL ANDIL dalam kesuksesan mereka untuk diterima oleh Major Label?” Ah ga ada persen2-an kayaknya mah…. Kesulitan yang sering dialami sebuah Band adalah HARUS SELALU bikin lagu yang cocok dengan karakter vokalisnya. Lagu mesti nempel dgn karakter penyanyi, saya jadi inget itu lagu2 Melly Goeslaw eh nempelnya dengan Rossa meskipun bukan berarti itu harus Rossa. Try… try… try…. jangan ngoyo Rendi. Sorry banget kalau tulisan ini tidak bisa menyembuhkan penyakit Rendi mo nembus Major Label, n sorriiii lagi saya mendahului Pak Agus n Mas Indra Q ikut nimbrung ngejawab Rendi…. Met berkarya smoga sukses, Salam.

Dicuplik dari salah satu forum di internettttt ^^

3 komentar

  1. Ass.
    Singkat aja pak.
    Saya mo nanya nih…saya bingung & bertanya-tanya nih.
    Banyak temen-temen saya yang bilang klo dateng ke major selain bawa cd/kaset demo harus skalian bawa biaya pelicin. Wah jangankan buat pelicin..buat bikin demo juga masih ngumpulin uang dulu. Apalagi paz saya denger2 dari temen bawa pelicin’y bisa lebih dari seratus jutaan,,,apa bener pak????
    Klo ngeluarin pelicin kaya’y saya gak pnya sebanyak itu..saya hanya mengandalkan lagu2 yang saya buat pak,,insya allah lagu saya berkualitas dan gak ngecewain yang mendengarkan’y!!
    Tapi saya deg2an juga klo yang dikatakan temen2 saya itu bener


  2. asyik ceritanya…tp sy jstru trtarik dng pemunculan konsep baru y…maksudnya yg blm tenar d indonesia gt…sy mw kirim demo band sy…cm g pny link2nya…ada yg bs bantu?


  3. Q zngt trtrk 5 obrolan datz,kl blh Q mnt zarn ttng gmn crany nembuz Label yg atz dzr zling percy,cz kl pke plicin trz trang Qt blm ad & tlng bantu Qt dlm mraih cita2 Qt Terimakazih zblmny!



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: